Aditya Bayu sekali lagi patut untuk dipuji atas kepeduliannya terhadap kelestarian aksara-aksara Nusantara, salah satunya aksara Jawa.

Ketika kebanyakan tipografer dan perancang huruf Indonesia terus terlena dengan pembikinan karya dalam aksara Latin, Aditya Bayu telah melangkah lebih jauh dengan mengkaji aksara Jawa lewat pengetahuan Tipografi modern. Bisa dibilang, ia adalah (salah satu) perintis kajian tipografis pada aksara Jawa. Inilah pembaharuan dan keselarasan antara kearifan Nusantara dan pengetahuan modern tentang tipografi. Perilaku inilah yang sangat patut dan harus diikuti oleh desainer-desainer Indonesia lainnya.

Aksara Jawa tidak memiliki banyak perbedaan di antara huruf-hurufnya. Ini menyebabkan aksara Jawa tidak memiliki keterbacaan dan kejelasan setinggi aksara Latin. Pada dasarnya, aksara Jawa terdiri dari Bukit dan Lembah, dengan tambahan Simpul, dan Coretan di sebagian karakter. Kendatipun demikian, aksara Jawa masih memiliki karakter-karakter yang unik, yang cukup berbeda dengan karakter lainnya. Mudah-mudahan kajian ini ke depannya bisa lebih luas dan lengkap dengan wujud bukel (buku elektronik) ataupun buku cetak.

Untuk lebih jelasnya, silakan menyimak gambar di bawah ini:


Pengantar Tipografi Aksara Jawa oleh Aditya Bayu

Terbitan

Senin, 05 Mei 2014

Banderol

,

Leave a Reply