Larasukma adalah font gambar karya Adien Gunarta, seorang perancang huruf asal Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Font Larasukma ini terdiri dari 52 karakter berupa bentuk-bentuk niskala yang tak jelas. Bentuk-bentuk tersebut dibuat sebagai ungkapan perasaan secara langsung dan naluriah. Larasukma diperoleh dari gabungan kata 'lara' dan 'sukma' yang dapat disamaartikan secara dangkal dengan 'sakit jiwa'. Font dingbat ini dapat diunduh cuma-cuma di http://www.fontspace.com/gunarta/larasukma


Larasukma Ungkapan Jiwa

Terbitan

Selasa, 01 Juli 2014

Banderol

Toer adalah sebuah font dingbat yang dirancang oleh Didik Pratikno, seorang perancang huruf, desainer grafis dan ilustrator asal Juwana, Jawa Tengah, Indonesia. Font Toer ini berisikan serangkaian potret Pramoedya Ananta Toer, pengarang kenamaan kelahiran Blora yang namanya telah disebut berkali-kali dalam anugerah Nobel sastra. Font Toer ini dapat diunduh di: http://www.fontspace.com/didik-pratikno/toer


Didik Pratikno, seorang grafikawan asal Juwana, Pati, Jawa Tengah, telah merancang sebuah font dingbat bertajuk Munir. Sesuai dengan namanya, font Munir ini diabdikan untuk almarhum Munir, salah seorang pejuang hak azasi manusia dan anti-korupsi paling masyhur di Indonesia yang meninggal dunia sepuluh tahun silam secara tidak wajar.

Didik menuturkan bahwasannya sosok Munir adalah pemegang rahasia besar Republik Indonesia. “Kemarin ada di Semarang peringatan 10 Tahun Munir di Undip. Tapi belum bisa Hadir. Karna ada Karnaval Sedekah Desa,” ungkap pemerhati Sadulur Sikep (orang Samin) ini.

Font Munir mengandung kumpulan gambar dalam bentuk potret, poster dan tulisan yang menyuarakan keadilan untuk mendiang Munir. Gambar-gambar tersebut dikumpulkannya dari pelbagai sumber dan kemudian diolah melalui Adobe Illustrator dan Font Tools. Font yang  dirancang pada tahun 2012 ini dapat diperoleh di Dafont dan Fontspace secara cuma-cuma.

Pria 27 tahun ini berharap dengan adanya font Munir ini masyarakat yang membutuhkan poster tentang Munir dapat dengan mudah mendapatkannya. “Sebenarnya ingin mendokumentasikan portrait munir ke Font. Jadi kalau ada kawan yang mau membuat poster tentang munir tinggal ambil fontnya,” ungkap aktivis Jaringan Masyakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) ini.

Font Munir ini dapat diperoleh secara cuma-cuma di http://www.fontspace.com/didik-pratikno/munir



Sekilas Tentang Munir.

Munir Said Thalib (lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 – meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 pada umur 38 tahun) adalah pria keturunan Arab yang juga seorang aktivis HAM Indonesia. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.

Saat menjabat Dewan Kontras namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Setelah Soeharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar.

Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kota Batu.

Istri Munir, Suciwati, bersama aktivis HAM lainnya terus menuntut pemerintah agar mengungkap kasus pembunuhan ini. (diambil seluruhnya dari Wikipedia Bahasa Indonesia)